Today before you think of saying an unkind word > Think of someone
who can't speak.
Before you complain about the taste of your food > Think of someone
who has nothing to eat.
Before you complain about your husband or wife > Think of someone
who's crying out to God for a companion.
Today, before you complain about life > Think of someone who went
too early to heaven.
Before you complain about your children > Think of someone who
desires children but they're barren.
Before you argue about your dirty house, someone didn't clean or
sweep > Think of the people who are living in the streets.
Before whining about the distance you drive > Think of someone who
walks the same distance with their feet.
And when you are tired and complain about your job > Think of the
unemployed, the disabled and those who wished
they had your job.
But before you think of pointing the finger or condemning another >
Remember that not one of us are without sin
and we all answer to one maker.
And when depressing thoughts seem to get you down > Put a smile on
your face and thank
God you're alive and still around.Life is a gift
Live it
Enjoy it
Celebrate it
From email
"....If ye are grateful, Allah will add more (favors) unto you..."
(Ibrahim verse 7)
Seorang ibu yang dermawan telah menghadiah seekor kambing kepada
Loqman al-Hakim seraya berpesan: "Sembelihlah kambing ini dan
berikan saya bahagian yang terburuk daripadanya untuk saya makan."
Setelah disembelih, dikirimkan kepada ibu tersebut hati dan lidah
kambing itu.
Beberapa hari kemudian, ibu itu sekali lagi menghadiahkan seekor
kambing dan berpesan agar sesudah disembelih dikirimkan juga
kepadanya sebahagian daripadanya. Pada kali yang kedua ini, bukan
lagi bahagian yang terburuk yang dipesankannya, tetapi dimintanya
bahagian yang terbaik daripada kambing iru.
Setelah kambing disembelih, Loqman mengirim hati dan lidah juga
kepada ibu yang dermawan itu. "Kenapakah tuan mengirimkan kepada
saya lidah dan hati ketika saya meminta bahagian yang terburuk, dan
kenapakah yang itu juga dikirimkan ketika saya memesankan bahagian
yang terbaik daripadanya? " tanya ibu tersebut kepada Loqman. Loqman
menjawab: "Hati dan lidah amatlah baik ketika baiknya dan apabila
keduanya buruk maka amatlah pula buruknya."
Mendengar jawapan itu, mengertilah ibu itu akan maksud Loqman,
kerana hati dan lidah itu adalah pokok segala kebaikan; begitu juga
sebaliknya dari hati dan lidah itu terbit segala kejahatan dan
keburukan.
There was a blind girl who hated herself just because she's blind.
She hated everyone, except her loving boyfriend. He's always there for
her.
She said that if she could only see the world, she would marry her
boyfriend.
One day, someone donated a pair of eyes to her and then she can see
everything, including her boyfriend.
Her boyfriend asked her, "now that you can see the world, will you
marry me?"
The girl was shocked when she saw that her boyfriend is blind too, and
refused to marry him.
Her boyfriend walked away in tears, and later wrote a letter to her
saying...
"Just take care of my eyes dear."
Baru beberapa lalu saya sempat kaget dengan situasi yang tidak sesuai dengan harapan saya, sesuatu yang saya ingin capai, ada sedikit halangan. lantas sempat berfikir adakah suatu kesalahan dari cara yang saya lakukan, sempat menurunkan semangat, tetapi dengan keadaan ini hati saya tidak bisa trima untuk cepat menyerah, dan saya tetap berusaha mengulang untuk menggapainya, saya bersemangat untuk meraihnya. hasilnya sesuatu tersebut dapat saya gapai, walau dengan sedikit tertatih.
Seringkali situasi berjalan tak sesuai kehendak. Atau mungkin meninggalkan anda. Mulai dari, patah Hati, promosi terhambat, usulan ditolak, hingga hal sepele: data komputer rusak. Semua itu bisa jadi mengecewakan dan getir. Anda dipersilakan
memilih sikap apa pun yang anda mau, namun jangan sampai kehilangan semangat. Saat anda memilih untuk tetap semangat dan positif, sesungguhnya pilihan itu tak banyak. Pertahankan semangatanda meski situasi sulit dan tidak memihak anda.
Percayalah, anda takkan sanggup kecewa selama dua puluh empat jam terus-menerus. Pada saatnya semangat anda menemukan harapan baru. Tetaplah optimis untuk mengerjakan segala sesuatunya. Kesulitan itu hanya sementara datang untuk pergi. Janganlah kehilangan antusiasme dan semangat, karena itulah pegangan yang kokoh. Semangat adalah milik anda yang hakiki.Bukankah semangat adalah kata lain dari "semangat"? Sedangkan "semangat" adalah roh dan jiwa anda. rasa lelah, capai, bisa hilang jika anda memiliki semangat.
Meraih sesuatu bukanlah hal yang terbatas pada pekerjaan tangan. Bila anda mau meraih dengan seluruh yang anda miliki, tidak ada hal yang tidak tercapai. bila tangan tidak bisa menggapainya, maka pikiran dapat mengusahakan dengan cara lain, seperti pemain sepak bola, saat kaki tidak bisa menggapai bola, maka dengan kepala pun gol dapat tercipta.
Bila tangan tidak bisa mendaptkan maka, Railah dengan kaki. Bila sesuatu saat ini tidak tergapai, bergeraklah, hingga hal itu dalam jangkauan. Bergeraklah menuju tujuan, ketimbang menunggu tujuan anda bergerak kepada anda. karena menunggu tidak akan menghasilkan apa-apa. Keep on fighting Spirit in your Soul.
Raihlah dengan pikiran. Visualisasikan tujuan anda. Lihatlah dengan jelas dalam pikiran anda, dan anda akan mulai bisa menggapai. Gunakan daya pikir anda untuk mengembangkan rencana realistis dan perencanaan tindakan.
Raihlah dengan imajinasi. Jadilah kreatif dalam menggapai. Selalu ada banyak cara dalam mencapai tiap tujuan. Gunakan imajinasi anda untuk bekerja dan mengembangkan segala peluang. Bila satu jalur terhalang, bayangkan selusin alternatif dan
ikuti yang paling berpeluang.
Memang untuk menggapai mimpi tidak lah selalu jalan yang lurus, terkadang jalan terjal, berliku akan kita terima. tetapi semangat adalah bahan bakar dalam menggapai semua mimpi/ menggapai kesuksesan. Jadi tetap lah bersemangat dalam menggapai mimpi kita. jangan pernah putus asa.
Raihlah dengan semangat. Rasakan kegembiraan pada setiap saat kehidupan dan anda akan mengembangkan dalam diri sendiri, kesadaran akan pemenuhan. Sedemikian banyak hal yang bisa anda raih bila anda secara tulus bersyukur atas hal-hal yang telah anda miliki.(EA)
IBU BAPA
Insan Mulia Pada Sisi Allah SWT
Sidang Jumaat yang dirahmati Allah,
Ibu dan bapa merupakan insan yang tidak asing lagi dalam kehidupan kita. Pengorbanan yang diberikan oleh dua insan ini tidak dapat kita bayangkan. Mereka memberikan selautan kasih saying kepada kita, bukan sahaja selepas kelahiran kita ke dunia ini bahkan ia telah bermula lebih awal daripada itu. Semenjak dalam kandungan lagi perasaan tersebut telah berkembang mekar dan keharumannya dapat kita nikmati sebaik sahaja dilahirkan ke dunia yang penuh dengan ujian dan mehnah ini.
Semenjak itulah bermulanya sebuah pengorbanan yang tidak ada tolok bandingnya. Ayah terpaksa bekerja keras mencari rezeki bagi memastikan anak kesayangannya hidup dalam keadaan yang penuh keselesaan. Kepanasan di bawah terik mentari dan dan kesejukan di bawah titisan hujan menjadi perkara biasa dalam kehidupan hariannya.
Sidang Jumaat yang dibesarkan dalam sebuah keluarga miskin dan sederhana pastinya ingat kisah perjuangan seorang ayah. Mimbar Jumaat yakin, ramai antara kita yang dibesarkan dalam suasana tersebut. Oleh itu, renungkanlah sejenak agar timbul rasa belas dan kasih sayang kita terhadap insane yang bernama ayah ini.
Sidang Jumaat yang dihormati sekalian,
Ibu, emak, mama dan ummi ialah perkataan yang tidak asing buat kita semua. Pengorbanan yang dilakukan oleh insan ini teramat mulia pada sisi Allah SWT. Penderitaan yang dialami oleh ibu sewaktu mengandungkan kita pun sudah tidak dapat dibayangkan. Tubuh ibu semakin hari semakin lemah, sehinggalah tiba saat kelahiran, ibu sekali lagi terpaksa mengerah baki kudrat yang ada untuk melahirkan insan yang amat ditunggu kehadirannya. Ada ibu yang selamat dan ada ibu yang terpaksa menggadaikan nyawa demi anak tercinta.
Sidang Jumaat yang dirahmati Allah,
Kita mengaku bahawa kita tidak dapat lari daripada melakukan kesilapan terhadap dua insan ini. Tetapi yang menyedihkan kita masih ada manusia yang tidak tahu menilai pengorbanan yang dilakukan oleh ibu bapa mereka. Penderhakaan dilakukan secara nyata dan jelas tanpa mengambil kira sedikit pun pengorbanan yang telah dilakukan oleh ibu bapa mereka merupakan sikap terkutuk lagi keji.
Beberapa bentuk penderhakaan yang dlakukan ialah:
• Tidak mentaati perintah mereka dan tidak menunaikan tanggungjawab sebagai seorang anak.
• Mementingkan diri sendiri dan keluarga daripada mengambil tahu kehidupan ibu bapanya lebih-lebih lagi ketika mereka memerlukan bantuan daripada anak-anak.
• Kasar ketika berinteraksi dengan ibu bapa dan sering mengeluarkan kata-kata yang mengguris hati dan perasaan mereka.
• Berasa hina dengan kemiskinan ibu bapa setelah memperoleh kemewahan hidup.
Mereka ini manusia yang memiliki jiwa dan peribadi yang amat hina. Sesungguhnya jiwa yang mulia akan berbangga dengan asal usulnya, bangga dengan ibu bapanya walau apa jua taraf kehidupan mereka dan di mana mereka tinggal. Jika seorang anak sedar dengan penuh keinsafan lautan penderitaan dan bebanan yang dipikul oleh insan yang bernama ibu semenjak mengandungkannya sehinggalah tiba saat melahirkannya, kemudian menyusu dan membesarkannya dan menyedari pengorbanan seorang ayah semenjak mengeluarkan perbelanjaan pertama semasa dia masih dalam kandungan sehinggalah dia menjadi seorang lelaki yang memiliki isteri dan anak nescaya mereka sedar bahawa apa saja yang diberikan oleh mereka selama ini kepada ibu bapa tidak mampu menandingi nilai dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh kedua-dua ibu bapa walaupun untuk satu hari.
Bayangkahlah, apakah azab yang disediakan oleh Allah SWT kepada mereka yang memberikan layanan yang buruk terhadap kedua-dua ibu bapa mereka? Di manakah maruah manusia sanggup menukar pemberian madu yang manis dengan takungan cuka yang beracun? Jika peranan ibu bapa hanya sekadar menyediakan nafkah untuk anak-anaknya, nescaya musnah segala-galanya tetapi peranan mereka sebenarnya jauh daripada itu. Mereka mencurahkan sepenuh kasih sayang, cinta yang berputik tidak pernah bermusim bahkan mekar sepanjang hayat mereka, sehinggalah mereka memejamkan mata untuk selama-lamanya.
Sesungguhnya kamu wahai manusia, lebih banyak berhutang kasih saying daripada berhutang harta benda kepada kedua-dua ibu bapa kamu. Jika bukan kerana kasih sayang tidak mungkin si ayah sanggup memerah keringat di bawah panahan mentari yang membakar isi dan si ibu pula sanggup menggadai nyawa demi melahirkan kamu ke dunia.
Ya Allah, betapa mulianya hati mereka dan betapa sucinya kasih mereka yang sanggup bersengkang mata berjaga malam, semuanya untuk anak tersayang yang asyik menangis dan menjerit minta dibelai dan dimanja. Mereka tidak pernah merasai nikmat tidur pada malam hari ketika orang lain asyik dibuai mimpi indah walaupun untuk seketika waktu, bahkan mereka sanggup menjadikan nyawa mereka sebagai tebusan asalkan anak-anak mereka aman bahagia. Apabila fajar menjelma, keperitan beransur seketika dan anak kecil kembali mempamerkan senyuman yang manja, lantas keperitan yang dialami sepanjang malam pun lenyap entah ke mana, lalu anak kecil pun dipeluk dengan dakapan yang cukup indah, dicium dan dikucup tanpa diiringi sebarang jemu dan rintihan. Inilah gambaran suatu malam daripada ratusan malam yang dihadapi dengan penuh ketabahan. Untuk diukur dengan harta dunia sebenarnya tidak mencukupi.
Suatu hari datang seorang lelaki menemui Rasulullah saw. “ Ya Rasulullah, aku telah menunaikan haji bersama ibuku. Aku telah memikul ibuku di atas belakangku dari Yaman hingga sampai ke Baitullah, aku mengelilingi Kaabah bersamanya, aku wukuf di Arafah bersamanya, di Mina aku melontar untuknya. Aku lakukan semuanya kerana ibuku uzur dan tidak mampu bergerak. Oleh itu, aku pikul dia di atas belakangku semasa mengerjakan semua proses ibadah haji. Adakah aku sudah menunaikan haknya ke atasku?. Rasulullah saw. bersabda, ”Tidak”. Lelaki itu terkejut lantas berkata, ”kenapa?”. Nabi saw. bersabda, ” Kerana apa yang ibumu lakukan sewaktu masih kecil diiringi dengan harapan dan doa agar engkau terus hidup sedangkan apa yang engkau lakukan terhadapnya diiringi dengan harapan dan doa agar dia mati suatu hari nanti”. (Aw kama qal saw.)
Benarlah sabda junjungan besar saw., semulia mana sekalipun seorang anak itu, sudah pasti tidak akan mampu melakukan pengorbanan seperti yang telah dilakukan oleh ibu dan bapa. Adakah tidak hina dan jijik pada sudut akhlak dan maruah apabila seorang anak berdiri dengan angkuh di hadapan ibu bapana setelah dewasa sedangkan dia berhutang kepada keduanya semenjak kecil lagi?. Lantaran itu, wajarlaj syariat meletakkan penderhakaan kepada ibu bapa sebagai salah satu dosa besar selepas syirik kepada Allah SWT.
Dalam surah luqman- ayat 13 – 14, Allah SWT. telah mengiringi tegahan syirik kepada Allah bersama-sama pesanan agar berbuat baik kepada ibu bapa dan wajib mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada ibu bapa.
Firman Allah SWT. :
Bermaksud: Dan tatkala Luqman berkata kepada anaknya, semasa ia memberi nasihat kepadanya: ”Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman yang besar”. Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya< ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan atas kelemahan dan menceraikan susunya dalam masa dua tahun, bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibi bapamu dan kepada Akulah tempat kembalimu”.
Hal ini ditegaskan lagi oleh Rasulullah saw.
Bermaksud: Mahukah aku khabarkan kepada kamu dosa yang paling besar darpada dosa-dosa besar?. Syirik kepada Allah dan derhaka kepada ibu bapa.
Tidak ada insan pun yang sanggup melakukan penderhakaan terhadap kedua ibu bapanya kecuali manusia yang hilang maruah, buruk akhlak dan hilang pegangan agamanya. Ada pihak yang cuba membolehkan penderhakaan terhadap ibu bapa mereka kerana kekasaran yang dilakukan ketika membesarkan mereka. Memang tidak dapat diingkari, ada sebilangan kecil ibu bapa bersikap kasar danbengis ketika membesarkan anak-anak mereka. Tidak syak lagi bengis ini sifat jahiliah yang tidak sepatutnya diwarisi. Namun, ia tidak boleh dijadikan alasan untuk membolehkan sebarang bentuk penderhakaan terhadap mereka. Jangan biarkan peristiwa tersebut mengaburi pandanan kita lantas kita lupa jasa dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh ibu bapa. Sebengis-bengis mereka masih terdapat di sana nostalgia indah yang cukup untuk menggamit hati dan perasaan ini agar menghulurkan kemaafan buat mereka.
Ketika isi masih kemerahan, anggota pulai masih trkulai, hanya berbekalkan anugerah Ilahi, kita pun menangis sebagai isyarat memerlukan sesuatu. Wahai insan, siapakah manusia terdekat yang mendengar tangisan manja itu?. Siapakah insan yang bersusah payah mencari rezeki untuk kita ketika kita belum memiliki tenaga dan kemampuan?. Siapakah insan yang merawati sakit kita sewaktu diri kita masih belum mengenal dunia?. Siapakah insan yang mengawal kita daripada sebarang ancaman bahaya dengan mempertaruhkan nyawa dan diri hanya semata-mata untuk melihat kita terus bernyawa?. Maafkanlah mereka kerana kita terlalu banyak berhutang dengan dua insan ini. Janganlah kita lupa jasa dan pengorbanan mereka walaupun sekarang mereka sudah tidak wujud lagi di dunia ini. Lihat bagaimana layanan yang diberikan mereka terhadap anak-anaknya yang masih kecil, kemudian lihatlah kesakitan, rintihan dan deritanya ibu ketika melahirkan mereka. Kemudian lihatlah betapa letihnya dan lemahnya mereka, wajah ibu tidak secantik dahulu, tangan ibu semakin kasar, badan ibu semakin lemah, ayah pula hanya dapat berehat apabila mentari terbenam dan kadang-kadang kenyenyakkan tidur malamnya tersentak apabila si anak menangis. Esok ayah akan memerah keringat lagi walaupun tidurnya semalam bukan dimiliki sepenuhnya.
Sesiapa ketika hidupnya sentiasa berbuat baik terhadap ibu bapanya pasti Allah akan anugerahkan kepadanya seorang cahaya mata yang bakal mengulangi sejarahnya. Sesiapa yang menderhaka kepada ibu bapanya sudah pasti akan lahir manusia daripada zuriatnya sendiri, lantas mengulangi sejarah hitam yang pernah dilakukan suatu ketika dahulu.
Sabda Rasulullah saw.
Bermaksud: Bebuat baiklah terhadap ibu bapa kamu, pasti anak kamu akan berbuat baik terhadap kamu.
(Hadis dikeluarkan oleh Hakim dan Tabrani).
Rahsia Jadi Ayah Yang Berkesan
BEBERAPA kajian menunjukkan bahawa kehadiran ayah menyumbang terhadap kejayaan anak dalam setiap fasa kehidupan mereka. Kajian itu disimpulkan dalam Father Facts, Edisi Ketiga (1998), antaranya:
Bayi yang mempunyai ayah yang selalu bersama-sama anaknya di lapan minggu pertama, lebih berkemampuan menangani tekanan di alam persekolahan.
Anak yang rapat dengan ayahnya pada zaman kanak-kanak menjadi ejen ‘penyelesai masalah’ yang baik apabila dewasa berbanding kanak-kanak yang tidak dipedulikan oleh ayahnya.
Apabila anak lelaki dan perempuan dididik dan dibelai oleh ayahnya serta sentiasa di sampingnya, sikap mereka apabila dewasa menjadi lebih berinisiatif dan mampu mengawal diri.Kanak-kanak yang mempunyai hubungan rapat dengan ayahnya ketika zaman tumbesarannya akan menjadi seorang remaja dan orang dewasa yang seimbang.
Anak yang tidak berbapa.
Kajian menunjukkan kekosongan daripada belaian kasih ayah mempunyai hubungan rapat dengan pelbagai permasalahan gejala sosial dan prestasi pembelajaran anak-anak.
Anak yang tidak tinggal dengan ayahnya menunjukkan gejala seperti di bawah:
Lima kali lebih teruk prestasi pembelajaran.
Tiga kali lebih ramai yang mengandung tanpa nikah.
Lebih 50 peratus kemungkinan keciciran dalam pembelajaran, terbabit dengan gangsterism, penyalahgunaan dadah dan jenayah juvana.(Sumber: Pusat Kebapaan Kebangsaan)
Enam rahsia menjadi ayah yang berkesan.
Ramai lelaki terbilang berjaya dan berbangga kerana menjadi seorang ayah cemerlang dan berkesan. Menurut kajian Dr Ken Canfield, pengasas dan juga Presiden Pusat Kebapaan Kebangsaan dalam penyelidikannya mengenai ‘kebapaan’ ada tujuh rahsia menjadi ayah yang berkesan:
1 Bapa yang komited dan bertanggungjawab.
Jalankan tugas bapa dengan penuh dedikasi dan bertanggungjawab. Kenal pasti apakah tugas anda sebagai bapa dalam rumah tangga. Tunjukkan dan beritahu anak bahawa anda juga ada tugas dalam rumah tangga, disamping ibu mereka. Anda bukan hanya bertugas di luar. Sekali-sekala berikan mereka peluang untuk mengutarakan pandangan atau menegur anda jika terlupa atau terlalai melakukan tugas anda di rumah. Selalu memeriksa dan memantau apakah anda telah melaksanakan tugas di rumah. Bayangkan ‘hadiah’ atau ‘anugerah’ yang bakal didapati (sama ada di dunia atau akhirat) jika anda menjadi ayah cemerlang!
2 Kenali anak anda.
Ambil masa untuk mengenali secara khusus keunikan dan kualiti anak anda. Libatkan diri dalam dunia mereka, hadiah yang mereka sukai, ketakutan, kekecewaan malah impian dan cita-cita mereka. Cuba ingatkan semua nama kawan mereka serta pembawaan masing masing.Kenal pasti apa yang selalu mengecewakan, ditakuti, dibenci, paling memalukan serta yang boleh memberi motivasi dan perangsang kepada merekal Istiqamah (tetap pendirian) .
Apabila anak tahu apa yang bapa mahukan, mereka akan lebih berasa yakin serta boleh menyesuaikannya dengan kehendak anda. Jadi, istiqamah, tetap pendirian serta konsisten.
Ada enam tempat anda perlu konsisten iaitu hadkan perubahan mood (jangan terlalu mengikuti perasaan); sentiasa ada di rumah (selalu menghadirkan diri dalam acara kekeluargaan) ; kotakan apa yang dikata, bukan cakap tidak serupa bikin; sentiasa menjaga moral dan adab sopan; mempunyai atur cara kehidupan teratur serta ada hobi dan kegemaran baik yang boleh dilihat dan diikuti.
3 Melindungi, menyara dan mendoakan.
Sediakan suasana dan rasa selamat dalam rumah dengan memberikan respon yang positif setiap kali berlaku krisis dan permasalahan dalam rumah. Paling penting anda memberikan saraan yang cukup kepada mereka. Bapa tidak boleh menghalang berlakunya krisis, tetapi tindakan anda ketika berlaku krisis dan mengembalikan suasana normal, sebenarnya ‘mengajar’ anak menangani krisis. Jangan lupa doakan untuk anak selepas solat.
4 Mencintai ibu mereka.
Zahirkan cinta anda kepada isteri anda di depan anak untuk menunjukkan satu hubungan suami isteri yang intim dan bermakna. Jadikan diri anda sebagai anggota dalam pasukan ‘keibubapaan’, bukan hanya ibu. Inilah langkah dan hadiah terbaik untuk anak. Dalam jangka panjang, anak mendapat manfaat yang sangat bernilai daripada hubungan ibu bapa yang hormat menghormati, bekerjasama dan berkasih sayang.
5 Menjadi pendengar yang baik.
Sedarlah bahawa anak mudah tersesat atau terpesong dalam arus dunia. Dengar apa yang mereka katakan dan apa yang tidak terluahkan. Tunjukkan kepada mereka bahwa mereka ‘berhak’ untuk didengari dan diberi perhatian.
6 Jadikan diri anda ‘pemimpin’ kerohanian.
Beri peluang anak anda mengenali Allah dengan menunjukkan ‘keimanan’ dan amal harian anda yang selari dengan tuntutan agama. Bersolat bersama-sama dan jadi imam dalam solat lima waktu di rumah. Bawalah mereka bersama-sama menunaikan solat berjemaah di masjid. Selalu bercerita mengenai makhluk yang dicintai Allah di bumi dan langit.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger . HYPERLINK "http://yahoo.com" \t "_blank" yahoo.com
__._,_.___
Pelajaran dari bocah penjual Koran
Pagi itu seperti biasa saya berangkat pagi setelah subuh dari rumah, ke tempat penyimpanan motor di bilangan cawang, uki, walau sering terlambat, kali ini saya datang labih awal ketempat menunggu bis antar jemput yang membawa saya ke kantor, saya menyukai naik bus jemputan karena lelah berkendara dari depok-cikarang. Tidak tahan kemacetan ibu kota.
Seperti biasa saya duduk bersama rekan rekan sambil menunggu jemputan. Tetapi karena saya datang lebih awal, munculah seorang bocah lelaki yang seperti biasa menawarkan Koran kepada semua penduduk shelter.
" Koran, Koran, Kompas, Media, tempo, republika, warta kota" begitu teriak bocah laki-laki tersebut menawarkan Koran kepada kami. "Koran bang" dia menawari ku untuk membeli Koran. "seperti biasa kompas satu" kataku meminta Koran yang biasa kubaca setiap pagi.
Tangan mungilnya dengan cekatan memilih Koran yang kuminta diantara tumpukan Koran dagangannya.
" ini bang Koran kompasnya" memberi Koran yang aku minta kepadanya, "nih ada kembaliaanya engga" kataku sambil menyodorkan uang Rp 50.000, kepadanya. "beres bang, pasti ada" segera dikeluarkan kembaliannya dari tas gembloknya yang kotor, "wah pagi-pagi uangnya dah banyak ya" kataku kepada bocah tersebut.
"Allhamdulilah bang, rejeki saya lagi lancar" katanya sambil tersenyum senang. Dan setelah itu diapun berlalu menawarkan Koran kepada para penghuni shelter lainnya.
Saat ini pukul 05.20, masih terlalu lama jemputan ku datang, maka saya menyempatkan membaca oran kompas yang tadi saya beli pada bocah tukang Koran tersebut.
Tanpa sadar saya memperhatikan betapa gigih seorang bocah tukang Koran tersbut mencari uang, dengan menawarkan daganganya kepada semua orang yang datang dan pergi silih beranti.
Sepintas tampak keringat membasahi wajahnya yang tegar dalam usia beliaya harus berjuang memperoleh uang secara halal dan sebagai pekerja keras.
" Koran, mba ada tabloid nova, ada berita selebritisnya nih mba, atau ini tabloid bintang, ada kabar artis bercerai" katanya bagai seorang marketing ulung tanpa menyerah dia menawarkan Koran kepada seorang wanita setengah baya yang pada akhirnya menyerah dan membeli satu tabloid yang disebut sang bocah tersebut.
Sambil memperhatikan terbersit rasa kagum dan rasa haru kepada bocah tersebut, dan memperhatikan betapa gigihnya dia berusaha, hanya tampak senyum ceria yang membuat semua orang yang ditawarinya tidak marah. Tidak terdapat sedikit pun rasa putus asa dalam dirinya, walaupun terkadang orang yang ditawarinya tidak membeli korannya.
Sesaat mungkin bocah tersebut lelah menawarkan korannya, dan dia terduduk disampingku, "kamu engga sekolah dik" tanyaku kepadanya "engga bang, saya tidak ingin sekolah tinggi-tinggi" katanya.
"engga ada biaya dik' tanyaku menyelidik, "Bukan bang, walau saya tukang Koran saya punya cita-cita" jawabnya, "maksudnya, kan dengan sekolah kamu bisa mewujudkan cita-cita kamu dengan lebih mudah" kataku menjawab.
"Aku sering baca Koran bang, banyak orang yang telah sekolah tinggi bahkan sarjana tidak bekerja bang, alias nganggur. Mending saya walau sekolah tidak tinggi saya punya penghasilan bang" katanya berusaha menjelaskan kepadaku. "abang ku bang, tidak sekolah bisa buka agen Koran penghasilan sebulannya bisa 3-4 juta bang, saya baca di Koran gaji pegawai honorer Cuma 700ribu, jadi buat apa saya sekolah bang" tanyanya kepadaku
Saya mengerutkan kening, tertanda saya tekejut dengan jawaban bocah kecil tersebut pemikiran yang tajam, dan sebuah keritik yang dalam buat saya yang seorang sarjana. Dalam hati saya membenarkan perkataan anak tersebut, UMR kota bekasi saja +/-900rb untuk golongan smu.
Saya pun tersenyum mendengar jawaban anak tersebut, kemudian bus jenputan saya pun tiba dan saya meninggalkan bocah tersebut tanpa bisa menjawab pertanyaanya, apa tujuan kita sekolah, menjadi sarjana.?
Karena banyak sarjana sekarang yang begitu lepas kerja mengaggur, tidak punya penghasilan, dan banyak juga karena belum bisa bekerja yang melanjutkan S2 dengan alas an ingin mengisi waktu luang dan menambah nilai jual dirinya.
Tapi pernyataan bocah penjual Koran tersebut menyadarkan saya, tentang rejeki, dan tujuan dari bersekolah, yang saat ini saya mungkin kalah dengan bocah kecil tersebut, walau saya seorang yang mempunyai penghasilan dan mempunyai suatu jabatan saya hanyalah manusia gajian, saya hanya seorang buruh.
Beda dengan bocah kecil tersebut, dalam usia belia dia sudah bisa menjadi majikan untuk dirinya sendri. Sungguh hebat pemikiran lugu bocah penjual Koran tersebut. pembalajaran yang menarik dari seorang bocah kecil yang setiap hari kutemui.(EA)
"Rizky Tuhan sungguh tidak terbatas, tinggal kemauan kita untuk dapat berusaha menggapainYa"
"Pelajaran Dapat di peroleh tidak hanya di pendidikan formal, Dan dunia pun banyak memberi pelajaran untuk kita"
An End Is A New Beginning, A New Life And A Life To Remember
Friday, November 14, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
pap2 yg kta nk buat msti dgn restu mak n ayh....insyaAllah berkat hdup
Post a Comment